Minggu, 08 April 2018

Cacar Air & Campak Serta Cara Menanganinya.

Cacar air & campak serta cara menanganinya.Keduanya sama-sama disebabkan virus dan menimbulkan ruam di kulit. Itu sebabnya orang seringkali menganggap cacar dan campak penyakit yang sama padahal tidak. Berikut ulasannya.

Campak dan cacar air tergolong penyakit yang lebih sering menimpa anak. Kalaupun ketika kecil anak terbebas dari cacar air dan campak saat dewasa Nanti biasanya penyakit itu akan muncul sedikitnya satu kali. Kedua Penyakit ini sama sama disebabkan infeksi virus dan menimbulkan gejala ruam pada kulit. Namun keduanya berbeda sama sekali baik dari gejala bentuk ruam ataupun cara pengobatannya.



Campak

Campak adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus paramyxovirus. Campak menular lewat air ludah yang biasanya keluar saat anak bersin atau akibat memakai alat makan yang sama. Gejala awal campak adalah anak mengalami demam serta gejala flu seperti batuk kering disertai pilek bersin-bersin hidung mampet serta suhu badan memanas.

Gejala tersebut diikuti dengan memerah dan berakhirnya Mata si kecil. Kondisi itu membuat anak takut membuka mata atau berada di ruangan dengan cahaya yang terang karena mata akan semakin berair. Kelainan pada indra penglihatan itu disebabkan peradangan selaput bola mata karena virus paramyxovirus mulai menyerang tubuh anda. Jadi sebaiknya orangtua waspada bila si kecil mulai terserang batuk pilek disertai mata merah dan berair.

Kemungkinan besar campak mulai menyebar dan menular dengan cepat. Pada beberapa anak gejala awal ini juga dilengkapi dengan diare yang berkepanjangan akibat virus yang mulai menyerang selaput lendir usus. Gejala tahap awal ini biasanya berlangsung 3 hingga 5 hari. Selanjutnya berulah muncul bercak atau ruam kulit berwarna merah tua atau gelap.

Awalnya ruam itu muncul di belakang telinga wajah Kemudian menyebar ke seluruh tubuh anda kira-kira dalam waktu seminggu. Setelah itu ruang akan memudar dan perlahan menghilang. Tuan campak umumnya menimbulkan sedikit rasa gatal tapi tidak akan meninggalkan jaringan parut bila digaruk.

Campak Jerman

Ada campak Jerman yang disebabkan virus rubella. Berbeda dari campak pada campak Jerman atau rubella si anak nyaris tidak memiliki gejala awal. Gejala campak Jerman hanyalah flu dan demam ringan tanpa disertai mata merah dan berair. Namun bercak-bercak merah pada tubuh anak tetap muncul dan meluas di daerah wajah leher dada punggung tangan dan kaki.

Anak yang menderita campak Jerman kondisi tubuhnya relatif masih stabil dan masih bisa beraktivitas. Bercak merah pada campak Jerman menyebar jauh lebih cepat daripada campak biasa yaitu 3 hari. Itu sebabnya campak Jerman dikenal juga dengan nama campak tiga hari. Perbedaan lainnya adalah saat bercak merah telah mencapai kaki biasanya bercak di sekitar wajah dan leher mulai menghilang. Pada fase penyembuhan campak Jerman bekas bercak-bercak ini hanya mengelupas ringan dan jarang menimbulkan bekas kelam pada kulit.

Pengobatan.

Jika si kecil mengalami gejala campak dan positif terkena campak atau campak Jerman tidak perlu panik. Berikan air mineral yang banyak kepada anak sehingga bisa mengganti cairan yang hilang karena flu atau diare. Konsumsi air mineral yang banyak adalah cara efektif menetralkan suhu tubuh. Tidak ada obat yang bisa membunuh virus campak secara tuntas termasuk antibiotik. Untuk menghindari menularnya penyakit ini tempatkan anak anda di ruangan yang steril dan bersihkan pakaiannya dengan cairan antiseptik. Cuci bersih juga peralatan makan miliknya.

Cacar air

Cacar air merupakan suatu infeksi virus menular yang menimbulkan ruam kulit berupa sekelompok bintik yang mendatar ataupun melenting. Penyebab cacar air adalah virus Varicella Zoster. Virus ini ditularkan melalui pergi kan udah penderita atau melalui benda-benda yang telah terkontaminasi cairan ruam kulit akibat cacar air. Gejalanya baru timbul dalam waktu 10 sampai 21 hari setelah anak terinfeksi. Keluhan awal yang timbul adalah sakit kepala demam sedang dan kondisi tubuh yang tidak mengenakkan.

Antara dua hingga 3 hari setelah timbulnya gejala awal akan muncul bintik-bintik merah datar. Bintik tersebut kemudian menonjol dan membentuk lepuhan berisi cairan yang terasa gatal dan akan mengering. Rasa gatal tersebut akan bertambah ketika lentingan mulai mengering. Jangan mengira ketika lentingan sudah mengering virus tersebut telah mati. Justru saat itulah cacar air rentan menular. Proses tersebut memakan waktu antara 6 hingga 8 jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan letupan baru. Lalu lepuhan tadi mulai mengecil dan mengering dan menghilang dalam waktu kurang lebih 20 hari.

Pengobatan

Untuk menurunkan demam dokter biasanya menganjurkan penggunaan obat-obatan jenis acetaminophen yang relatif lebih ringan daripada aspirin. Sedangkan obat anti virus baru boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Sekali lagi meminum air mineral dalam jumlah banyak akan sangat membantu dalam menurunkan demam. Jangan menggaruk lepuhan karena akan meninggalkan bekas di kulit. Lepuhan Biasanya banyak muncul di dada punggung dan bahu. Di wajah lengan dan kaki lebih sedikit sedangkan di kulit kepala jarang sekali ditemukan. Lepuhan juga bisa tumbuh di dalam mulut dan menyebabkan anak sulit menelan. Untuk mengurangi rasa gatal sebaiknya kulit dikompres dengan air dingin atau dioles lotion mengandung Menthol. Sama seperti campak anak yang kena cacar sebaiknya di karantina di kamar agar anggota keluarga yang lain tidak tertular.

Pentingnya vaksinasi

Untuk mencegah infeksi virus kedua penyakit hati agar anak mendapatkan vaksinasi. Iya menjelaskan orang tua tidak perlu khawatir dengan pemberian vaksin campak dan cacar air pada anak. Demam yang ditimbulkan pasca vaksinasi tidak berbahaya. Kalaupun ada beberapa kasus anak yang meninggal pasca vaksinasi Hal ini disebabkan kondisi si anak yang kurang baik maka jangan memberikan vaksinasi pada anak Bila ia sedang sakit.

Vaksinasi campak bisa diperoleh anak saat usia 9 bulan. Pada beberapa kasus berat vaksinasi campak mungkin harus diulang di bulan ke-15 dan usia 6 tahun atau dikombinasikan dengan vaksinasi campak gondongan rubella. Pencegahan untuk cacar adalah pemberian vaksin di usia 12 sampai 18 bulan. Jika sudah pernah menderita cacar seseorang akan punya kekebalan dan biasanya tak terkena cacar lagi saat dewasa. Tapi virus itu tidak mati melainkan hanya tidur dalam tubuh dan bisa aktif kembali bila kondisi tubuh menurun drastis.


EmoticonEmoticon