Minggu, 08 April 2018

Cara Mengatasi Kegagalan Dalam Berbisnis

Cara Mengatasi Kegagalan Dalam Berbisnis. Bila sebagai pebisnis sejati gagal jangan menyerah siapkan antisipasinya. Berbisnis sedang jadi keren tapi bukan sekedar tren lo karena saat ini Pemerintah Tengah menggalakkan dunia wirausaha khususnya usaha kreatif. Tapi apakah berbisnis itu mudah,? Kenyataannya banyak yang mencoba selalu gagal mencoba lagi, frlustasi dan menganggap Tak memiliki jiwa bisnis. Benarkah? Apa kata pakar entrepreneur?

Menurut survei BBC tahun 2011 Indonesia menjadi tempat terbaik untuk memulai usaha. Selain itu consumer confidence index Indonesia atau tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi menempati nomor 3 tertinggi di dunia menurut survei global. Pada saat Eropa dan Amerika mengalami krisis di mana Banyak kelas menengah Jatuh Miskin pertumbuhan ekonomi Indonesia justru berkembang. Karena itu Indonesia juga disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan wirausaha tertinggi di dunia.

Namun dibalik itu sejumlah pengusaha juga mengalami kegagalan dan tidak mampu bertahan. Memang namanya bisnis ada saja yang gagal gagal dan gagal lagi. Kondisi ini memang bisa membuat sebagian orang frustasi dan meragukan pilihannya. Apa mungkin saya tidak punya bakat bisnis? Anggapan Ini Tak urung membuat banyak orang ragu untuk memulai usaha karena kuatir tak punya bakat. Tak punya bakat artinya tak punya keberuntungan walaupun berkali-kali mencoba sekalipun.



Gagal Jangan berkecil hati

Keberhasilan membangun bisnis bukan ditentukan oleh bakat tapi oleh kerja keras. Dan keberanian mengambil resiko. Wirausaha itu artinya sesuatu yang mengandung resiko tapi akhirnya berbuah keuntungan. Itu dulu yang harus dimengerti karena itu prinsip dasar. Dengan memahami ini mereka yang ingin jadi pengusaha berarti sudah siap dengan risiko dan tanggung jawabnya. Jangan jadi pengusaha hanya karena merasa kalau jadi pengusaha itu hebat. Soal jatuh bangun dan jatuh lagi begitulah dalam dunia bisnis apa saja jatuh bangunnya.

Gagal dalam usaha bukan berarti tak punya bakat jadi pengusaha. Jadi tak perlu berkecil hati karena itu. Menurut pakar di dunia usaha pengusaha itu bukan dilahirkan tapi diciptakan. Akhirnya bukan soal bakat lahir tapi bagaimana membuat diri sendiri punya keterampilan dan jiwa wirausaha.yang paling Pertama lihat apa yang menjadi potensi diri.

Jika hobinya memasak akan lebih mudah membuat bisnis kuliner daripada membuka usaha jahit karena sudah punya kemampuan memasak. Kedua calon usaha juga perlu melihat kebutuhan pasar. Membuat bisnis laundry kiloan di apartemen dan lebih besar peluang pacarnya dibanding di. Pacarnya dibanding di perumahan yang lebih visioneer beberapa pengusaha bahkan mempersiapkan bisnisnya untuk kebutuhan masa depan.

Contohnya teh dalam botol atau air mineral dalam kemasan. Sebelum tahun 90-an tak ada yang menyangka air kemasan akan begitu fenomenal. Ketiga jaringan baru permodalan. Sedang permodalan menjadi persyaratan berikutnya. Modal tak harus berupa uang tapi bisa sesuatu yang lain keterampilan dan kepercayaan. Dan terakhir adalah keberanian untuk gagal. Jangan takut gagal. Kata pepatah gagal adalah keberhasilan yang tertunda tapi buat saya itu juga tidak tepat. Gagal ya gagal. Tapi Bagaimana kita menyikapi untuk belajar mengetahui apa yang membuat kita gagal sehingga tidak terjadi lagi. Itu yang terpenting.

Harus siap gagal & siap antisipasinya.

Setiap pengusaha harus berani menghadapi risiko siap menerima kegagalan namun Mengerti bagaimana antisipasinya. Karena tidak ada satupun pengusaha yang tidak pernah mengalami kegagalan. Setiap tahun rata-rata tumbuh satu juta pengusaha baru di negara itu. Dan 90% dari 1 juta pengusaha itu mati di tahun pertama. Ada tiga masa krisis dalam bisnis pertama hampir 90% usaha gagal di 1 tahun pertama. Kemudian 10% sisanya berarti 5 tahun pertama dan berikutnya Dia gadis 10 tahun pertama. Sehingga boleh dikatakan sedikit sekali mereka yang bisa bertahan di 10 tahun pertama karena bisnis memang tidak mudah.

Gegap Gempita jadi entrepreneurship banyak. Tapi yang menjadi besar setelah 20 tahun hanya 5 sampai 10%. Wajib bagi setiap orang yang berwirausaha memahami bahwa setiap pengusaha sukses itu pasti pernah gagal. Dan yang paling banyak gagalnya dialah yang paling bisa sukses. Jadi setiap pengusaha itu harus siap untuk menghadapi kegagalan. Itu yang harus dipahami oleh para wirausaha Pemuda sehingga ia siap gagal dan tahu antisipasinya.

Tiga langkah dalam hadapi kegagalan Dalam Berbisnis

Pengusaha rata-rata mengalami kegagalan 3 sampai 8 kali bisnis sebelum akhirnya berhasil. Sehingga setiap Kegagalan adalah pelajaran baru yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan dan strategi baru yang belum pernah dilakukan sebelum.

3 langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kegagalan dalam berusaha.

  1. Pertama diagnostik kegagalan. 
  2. Kedua tindakan kuratif. 
  3. Ke 3 langkah preventif agar kesalahan yang sama tidak terulang. 

Diagnostik adalah langkah menganalisa atau mencari tahu penyebab kegagalan dalam berbisnis. Ada dua faktor internal dan eksternal. Sebagai praktisi sekaligus Academy yang melihat kegagalan atau kebangkrutan dalam bisnis yang paling umum terjadi disebabkan faktor internal.

Sedikitnya terdapat 5 faktor internal penyebab kegagalan dalam bisnis. Antara lain karena buruknya manajemen kurangnya pengetahuan dasar bisnis kurangnya modal salah menemukan segmentasi pasar serta salah menerapkan strategi bisnis. Dalam keburukan manajemen salah satu contohnya karena mencampur keuangan perusahaan (bisnis) dan keuangan pribadi. Selain itu faktor gaya hidup masyarakat kita cenderung tidak bisa berdisiplin diri untuk menunda kesenangan. Baru untungnya besar sekali sudah membeli mobil mewah rumah mewah dan sebagainya. Dan orang yang tidak bisa menunda kesenangan itu dia tidak akan bisa besar.

Begitu pula soal pengetahuan bisnis. Membuka usaha dengan mencoba-coba tanpa mempersiapkan dengan pengetahuan yang matang akan membuat kesuksesan usaha lebih lama terjadi. Karena usaha bisa berjalan dengan tidak efektif dan efisien. Maraknya seminar seminar entrepreneurship dan buku buku motivasi bisnis diakuinya membawa dampak terhadap semangat dan optimisme dalam berwirausaha. Namun disisi lain kadang membuat orang nekat membuka usaha tanpa pengetahuan dan persiapan matang. Padahal bisnis itu tidak bisa dilakukan dengan coba-coba tanpa perhitungan memadai.

Dalam bisnis selalu ada trial and error sampai kemudian ketemu learning curve atau kurva belajar. Coba lagi berhasil gagal lagi lalu coba lagi dan berhasil seterusnya berhasil. Tapi biayanya sangat mahal karena proses belajarnya coba coba. Dalam hal finansial artinya seorang pengusaha harus bisa menghitung Berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk memulai dan menghidupi usaha selama belum menghasilkan keuntungan. Pengelolaan finansial yang tidak tepat kerap menjadi penyebab kegagalan usaha. Sebelum memulai bisnis seharusnya kita sudah memiliki perhitungan yang cermat Berapa modal yang dibutuhkan. Misal sewa tempat perlengkapan biaya operasional gaji karyawan working capital selama 6 bulan sampai 1 tahun ke depan. Jangan tiba-tiba usaha sedang berjalan lalu modalnya habis.

Atau tiba-tiba ada permintaan banyak kita nggak siap untuk membiayai lagi. Kegagalan juga bisa terjadi akibat salah dalam menentukan segmentasi pasar. Misalnya kita membuka usaha salon. Usaha salon sudah begitu menjamur. Harus dicari target market lainnya yang lebih khusus. Misalnya salon perawatan kilang dan pasca persalinan. Jadi kontennya disesuaikan dengan target Market nya. Kalau buka usaha kita nggak tahu siapa target market kita akhirnya hanya buang-buang energi biaya dan waktu. Demikian juga kesalahan dalam strategi bisnis strategi yang berhasil diterapkan di suatu bisnis belum tentu cocok diterapkan pada bisnis yang lain.

Nggak bisa strategi yang sama digunakan dalam keadaan bisnis yang berbeda. Selain faktor internal faktor eksternal juga kerap menjadi penyebab kegagalan bisnis. Salah satu contohnya adalah gagal mengantisipasi perubahan. Misal tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi. Produk yang sama sudah memasarkan secara online juga tapi kita masih cara-cara biasa. Atau terjadi krisis ekonomi. Ketika BBM naik semua harga ikut naik 3 kali lipat daya beli masyarakat turun harga pokok naik dan pola konsumsi berubah sehingga bisnis pun terpaksa ditutup. Lalu faktor persaingan. Ketika usaha tidak bisa unggul Dalam persaingan pasti nanti.

Kalau tidak memiliki daya tarik maka tidak mampu merebut perhatian Konsumen akan kalah dengan pesaing yang agresif. Dalam bisnis itu akan selalu mengalami persaingan. Dalam bisnis itu akan selalu mengalami persaingan di mana yang kuat akan mengalahkan yang lemah tapi Dengan pemahaman bahwa yang kecil belum tentu kalah dengan yang besar. Bisa jadi perusahaan kecil tetapi dia bisa mengalahkan yang besar karena dia pakai ilmu marketing. Kebijakan politik ada bisnis bisnis tertentu yang bisa mati karena kebijakan tertentu. Misal kita tidak boleh lagi mengekspor bahan bahan mentah seperti rotan. Karena harus diolah dulu. Kalau pengusaha itu tidak bisa mengolah maka akan mati. Maka otomatis faktor regulasi itu yang mempengaruhi. Kalau tidak siap dengan perubahan politik dan regulasi baru maka bisa matilah usahanya.

Keep fighting And keep learning

Setelah mendiagnosa penyebab kegagalan maka yang perlu segera dilakukan selanjutnya adalah tindakan kuratif. Identifikasi apa saja yang menjadi penyebab kegagalan bisnis kita. Kemudian perbaiki satu persatu Michelle setelah kita melihat sisi internal ternyata kegagalan disebabkan oleh kesalahan dalam manajemen keuangan maka harus segera diperbaiki. Kemudian lihat pula sisi eksternal Kalau merasa produk kita sudah baik memiliki keunikan tapi tidak mengerti Bagaimana pemasarannya sehingga tidak laku di pasaran maka marketingnya harus diperbaiki. Jika mengalami kegagalan pengusaha harus memiliki motivasi kuat untuk segera bangkit dan memperbaiki. Jangan tenggelam dalam masalah.

Stres bolehlah tiga hari jangan terlalu lama. Sesuatu atau aktivitas akan menjadi kebiasaan jika dilakukan selama 21 sampai 30 hari. Sesuatu atau aktivitas akan menjadi kebiasaan jika dilakukan selama 21 sampai 30 hari jika terlalu lama maka stress akan menjadi kebiasaan.Setelah kegagalan usaha diperbaiki yang harus dilakukan selanjutnya adalah langkah preventif atau pencegahan agar kegagalan yang sama tidak terulang. Pengusaha harus keep fighting dan keep learning setelah menghadapi kegagalan. Cari pendekatan baru ubah strategi bisnis terus belajar kepada orang yang sudah berhasil.

Carilah mentor dan bergabunglah dengan komunitas wirausaha. Sehingga jika terjadi masalah kita dapat mendiskusikannya dan mendapat masukan. Jika kegagalan kembali terulang coba dan bangkit lagi. Tapi jangan ngotot di bidang yang sama kalau sudah gagal berkali-kali. Mungkin bidang itu kurang cocok cobalah bidang lain. Lebih lanjut yang mengatakan bahwa 47% usaha sukses Berdasarkan pengalaman atau sudah digeluti sebelumnya. 27% hasil riset kebutuhan pasar. Sisanya karena memilih usaha yang sudah sukses. Jadi tidak perlu berkecil hati jika kita baru mengalami satu dua kali kegagalan. Segera bangkit dan jangan pernah berhenti belajar.


EmoticonEmoticon