Minggu, 08 April 2018

Panduan Cara Mengurus Izin Usaha

Panduan Cara Mengurus Izin Usaha. Sebagai pengusaha tentu anda ingin agar bisnis bisa berjalan baik. Namun ada dua hal yang kadang Terlupakan yaitu masalah izin lokasi dan izin usaha.
Mungkin anda pernah melewati beberapa daerah di Tanah air dan melihat sejumlah bangunan usaha mengalami penyegelan. Entah itu toko salon rumah makan atau yang lainnya. Tertulis di papan bahwa penggunaan bangunan itu menyalahi izin peruntukan bangunan. Akibatnya sang pemilik terpaksa menghentikan kegiatan bisnisnya untuk sementara waktu hingga masalahnya bisa diselesaikan. Soal izin peruntukan bangunan ini memang bisa menjadi batu sandungan bagi para pengusaha.


Bisnis yang sudah dirintis terancam gulung tikar hanya karena masalah tidak adanya izin usaha. Sayang kan? Selain itu ada satu hal lagi yang juga potensial menimbulkan ganjalan yaitu izin usaha. Peraturan di Indonesia yang mengharuskan para pebisnis untuk memiliki izin sebelum memulai meluncurkan usahanya. Tapi ada syarat-syarat lagi tidak semuanya sama. Untuk mengetahui lebih dalam tentang kedua hal itu Simaklah ulasan berikut ini.

Cermat pilih lokasi usaha

Menurut konsultan keuangan pasalnya ada faktor-faktor yang bisa menjadi kendala terhambatnya usaha anda. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya ada beberapa bangunan yang mengalami penyegelan. Kemungkinan penyebabnya adalah yaitu:

Bangunan menyalahi ketentuan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB

Bisa saja pada awalnya saat membangun pemilik mengatakan ia telah menyiapkan sebuah rumah tinggal. Namun setelah jadi ternyata rumah tersebut dimanfaatkan sebagai toko. Berdasarkan peraturan sebenarnya di daerah rumah tinggal itu diizinkan membangun usaha. Tapi karena AMD yang dimiliki tidak sesuai penggunaan tempat itupun dianggap melanggar peraturan dan lantas disegel suku dinas penataan dan pengawasan bangunan atau p2b. Berdasarkan informasi dari situs pengusaha properti com pengurusan IMB dapat dilakukan di dinas perizinan provinsi setempat atau di sub dinas Pengawasan Pembangunan wilayah kota Kabupaten. Pemohon dapat menanyakan pada bagian informasi atau melihat bagan mekanisme pengurusan IMB untuk mengetahui loket khusus pelayanan IMB.

Adapun Syarat-syarat untuk mengajukan permohonan IMB bangunan baru adalah sebagai berikut:

  • fotokopi kartu tanda penduduk atau KTP 1 lembar.
  • fotocopy surat-surat tanah atau satu set dapat berupa salah satu di bawah ini.
  • Surat keputusan pemberian hak penggunaan atas tanah oleh pejabat berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut.
  • Survei Kavling dari pemerintah daerah Kotamadya atau instansi lain yang ditunjuk gubernur.
  • Rekomendasi dari Kantor Pertanahan dengan peta bukti pembebasan tanah. Surat pernyataan dari instansi pemerintah atau pemimpin proyek tim pembebasan tanah.
  • Hasil sidang panitia yang dikeluarkan Kantor Pertanahan disertai surat pernyataan pemilik bahwa tanah dikuasai dan tidak bersengketa dan diketahui Lurah setempat.
  • Bangunan menyalahi ketentuan secara tata ruang. Mungkin daerah tempat didirikannya usaha merupakan kawasan hijau atau kawasan lain. Jadi tidak boleh ada bangunan yang penggunaannya bertentangan dengan maksud tersebut. Inilah yang terjadi di Pondok Indah Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Daerah tersebut merupakan kawasan tempat tinggal. Oleh sebab itu beberapa tokoh yang sempat berdiri di sana disegel karena dianggap melanggar peraturan. Untuk mengetahui apakah lokasi yang anda pilih sesuai untuk kepentingan usaha atau tidak. Anda bisa mencari tahu di Kelurahan atau Kecamatan setempat. 


Mereka memiliki bagian khusus yang menangani hal ini. Seandainya tidak Anda dapat meminta rekomendasi dari mereka. Dalam negeri Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan provinsi Jakarta Sebelum menetapkan sebuah lokasi usaha Sebaiknya anda mencari tahu dulu manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat sekitar termasuk bila hendak berusaha di kawasan yang juga masih menjadiTempat tinggal. Akan lebih baik bila bisnis anda membawa manfaat kepada orang-orang di sekitar misalnya membuka toko sembako. warga jadi bisa berbelanja di sana. Untuk jenis usaha seperti ini anda dimungkinkan berbisnis di kawasan tempat tinggal.

Memiliki izin usaha

Izin usaha adalah salah satu syarat yang perlu dimiliki pebisnis tapi jenisnya bergantung pada usaha yang dilakukan. Sebenarnya izin usaha tidak hanya didapatkan di Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan tapi juga di dinas lain. Ada yang berkaitan dengan pariwisata kesehatan dan lain sebagainya. Berikut ini adalah kategori kategori usaha menurut UU no 20 tahun 2008 tentang usaha mikro kecil dan menengah.

1 usaha mikro
Memiliki kekayaan bersih paling banyak 50 juta Rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau:
Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 300 juta rupiah.

2 usaha kecil
Memiliki kekayaan bersih lebih dari 50 juta sampai dengan paling banyak 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau:
Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 300 juta rupiah sampai dengan paling banyak 2,5 miliar rupiah.

3 usaha menengah
Memiliki kekayaan bersih lebih dari 500 juta Rupiah sampai dengan Paling banyak 10 miliar rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau:
Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 2,5 miliar rupiah sampai dengan paling banyak 50 miliar rupiah.

Dalam kaitan nya dengan perdagangan pelaksanaan usaha mikro tidak memerlukan izin usaha. Bila melihat pada bagian penjualan Hasil terbanyak usaha ini per tahunnya adalah 300 juta rupiah. Jelas bahwa jenis usaha ini masih berskala sangat kecil mengurusnya tidak terlalu repot dan tidak memerlukan banyak persyaratan untuk membukanya.

Contohnya warung. Lain halnya dengan usaha yang sudah menginjak level kecil. Hanya terbanyak usaha kecil per tahun adalah 2,5 miliar rupiah. Jadi dalam sehari maksimal menghasilkan 6,9 juta rupiah. Usaha ini bisa bergerak dalam Penjualan pakaian pecah belah perabot dan lain-lain. Selama ini tidak pernah mengeluarkan izin untuk usaha mikro. Selama ini tidak pernah mengeluarkan izin untuk usaha mikro

Cepat dan tidak dipungut biaya

Bila saat ini sedang merintis bisnis dan masih dalam skala mikro anda tentu berharap usaha itu akan berkembang dan memasuki level usaha kecil. Saat itulah Anda harus mengurus ijin usaha. Prosesnya bisa dilaksanakan di Suku Dinas setempat yang sesuai dengan jenis usaha.

Di bawah ini adalah syarat-syarat yang meski dilengkapi untuk mengajukan pendaftaran izin usaha berkaitan dengan perdagangan:

  1. formulir isian atau didapatkan di kantor suku dinas setempat.
  2. fotokopi KTP
  3. laporan keuangan 1 tahun.
  4. surat keterangan peruntukan bangunan atau domisili atau IPB atau IMB dari kelurahan dan kecamatan.
  5. pas foto berwarna 3 * 4 cm sebanyak 2 lembar
  6. surat permohonan pengajuan pendaftaran izin usaha.
  7. surat pernyataan yang menjamin kebenaran segala informasi yang tertera dalam Berkas berkas atau ditandatangani diatas materai sesuai nilai yang berlaku saat pengajuan pendaftaran.
  8. surat keterangan lain yang diperlukan misalnya yang menyatakan barang dagangannya bukanlah minuman keras berbahaya dan sebagainya. Rata-rata berkas-berkas pendaftaran selesai diproses dalam waktu 3 hari. Biaya yang dikenakan adalah 0 Rp alias gratis karena ditanggung pemerintah. Biaya yang dikenakan adalah 0 Rp alias gratis karena ditanggung pemerintah izin usaha yang telah didapat harus didaftarkan ulang Setelah 5 tahun. Pendaftaran ulang ini untuk kepentingan administrasi saja. Seandainya ada perubahan-perubahan dalam jangka waktu tertentu pendaftaran ulang merupakan sebuah cara untuk menyesuaikan kembali informasi-informasi. Iya mengingatkan izin usaha ini menjadi salah satu identitas usaha anda. tapi periksa kembali semua kelengkapannya yang penting anda tidak terburu-buru. Prinsip yang sama bisa diterapkan pada perkembangan usaha. Jalani bisnis dengan sebaik-baiknya dan biarkanlah usaha berkembang secara wajar.


EmoticonEmoticon