Cara Membedakan Website Asli dan Palsu

5/5 (1)

Cara Membedakan Website Asli dan Palsu – Website adalah salah satu situs yang bisa memberikan informasi mengenai suatu hal. Tidak hanya untuk memberikan informasi, karena website juga sudah digunakan untuk berjualan online. Namun, di tengah kemajuan teknologi ini, ternyata para penipu juga mengalami kemajuan dimana mereka melakukan penipuan lewat website.

Dengan adanya permasalahan seperti ini, Anda pasti tidak ingin ikut tertipu lewat website, bukan? Maka dari itu, penulis akan memberikan info penting mengenai berbagai perbedaan antara website palsu dan asli. Mau tahu? Langsung saja baca ulasannya di bawah ini.

Perbedaan Website Asli dan Palsu

Cara Membedakan Website Asli dan Palsu
Cara Membedakan Website Asli dan Palsu

1. Perhatikan nama websitenya

Para penipu ulung ini memanfaatkan kesalahan pengetikan yang sering terjadi dan membuatnya jadi semirip mungkin dengan website aslinya. Cara ini biasanya disebut dengan typosquatting atau URL hijacking. Nah, Anda harus benar-benar teliti saat akan mengetikkan alamat website maupun nama website agar tidak diarahkan ke website palsu.

2. Cek domain websitenya

Saat ini harga domain sudah terbilang cukup terjangkau, namun para penipu juga tidak mau rugi dengan membayar domain. Akhirnya mereka menggunakan domain gratisan untuk mencegah persyaratan kelengkapan data saat mereka mendaftar seperti SIUP, NPWP, akta dan beberapa dokumen lainnya.

3. Domain berbayar pun belum tentu website asli

Saat ini dengan modal uang Rp100.000 Anda sudah bisa mendapatkan domain sendiri. Dan hal ini juga disalahgunakan oleh beberapa oknum tidak bertanggungjawab untuk melancarkan aksinya. Jadi, Anda harus berhati-hati saat masuk ke sebuah website dan ditawarkan suatu produk, Anda harus mengeceknya dengan teliti.

4. Jangan mudah percaya dengan root domain

Seperti kasus video calling whatsapp yang pernah terjadi sebelumnya dimana ketika Anda menerima link video calling ini dan mengkliknya, Anda akan dibawa ke sebuah halaman dimana yang ditampilkan adalah iklan-iklan aneh. Anda harus berhati-hati dan jangan mudah percaya saat menerima link-link yang mencurigakan seperti ini.

5. Pilih HTTP atau HTTPS?

Ketika Anda mengunjungi website yang meminta Anda untuk mengisi informasi pribadi, lihatlah alamat webnya terlebih dahulu. Jika alamatnya menggunakan HTTPS, maka Anda bisa melanjutkan pengisian data karena HTTPS ini ada pengaman datanya.

Perbedaan antara HTTP dan HTTPS sendiri bisa dilihat dari akhiran S pada HTTPS yang artinya Secure. Jadi data yang Anda masukkan di web HTTPS lebih aman daripada HTTP.

6. Pastikan keamanan websitenya

Web asli pastinya akan menggunakan pengamanan yang bisa Anda temukan di bagian footernya. Biasanya berupa gambar atau link yang mengarah ke pengaman yang digunakan untuk website tersebut. Jadi, pastikan bahwa Anda sudah mengecek keamanan websitenya sebelum memasukkan data pribadi Anda.

7. Pastikan alamat perusahaan adalah alamat aslinya

Sebelum Anda melakukan transaksi apapun dengan suatu website, maka Anda harus memastikan bahwa alamat perusahaan yang tertera pada website tersebut benar-benar ada. Setelah itu, cek juga kepemilikan perusahaannya jangan sampai Anda diberi alamat palsu, pastikan bahwa perusahaan tersebut benar-benar milik si empunya website.

8. Pastikan Anda memiliki contact person atau cutomer servicenya

Jangan sampai Anda lupa untuk mengecek hal yang satu ini, pastikan bahwa kontak perusahaan maupun customer servicenya benar-benar aktif dan bisa Anda hubungi. Sebuah perusahaan biasanya juga memiliki kontak email khusus yang bisa dihubungi.

Beberapa tips di atas diharapkan bisa membantu Anda untuk menentukan apakah website yang Anda kunjungi tersebut aman atau tidak. Terapkan tips-tips di atas untuk menjaga data-data pribadi Anda.

Nilai Kualitas Konten