Kisah Inspiratif Jan Koum, Sang Pendiri WhatsApp

No ratings yet.

Kalian salah satu pengguna aplikasi dari WhatsApp (WA) ?. Namun tidak tau siapa pencipta aslinya ?. Kini akan admin jelaskan lebih rinci kembali tentang kisah inspiratif sebelum terciptanya whatsapp. Ternyata dibalik awal berdirinya whatsapp ada begitu banyak hal yang terjadi di belakangnya. Mungkin selama ini yang kita tau cuma mendownload aplikasi chatting ini dan menggunakannya saja. Namun, jika kamu gali lebih dalam ada hal yang lebih bermakna. Berikut admin akan menceritakan kisah inspiratif jan koum.

Jan Koum dan salah satu rekan temannya yang bernama Brian Acton. Telah mendirikan aplikasi yang bernama whatsapp beberapa tahun yang lalu. Kisah sukses yang ia dapati ternyata tidaklah semudah yang kita lihat. Kisah mengharukan yang pernah ia ceritakan ke publik sangat menyentuh hati kita semua. Memang latar belakang dari Jan Koum ini adalah lahir dari keluarga yang betul betul miskin. Sehingga perjuangan untuk bangkit memang amatlah sulit untuk ditempuh.

Salah satu mahasiswa yang Drop Out (DO) yang memulai karir ingin secara otodidak. Sama seperti kisah sukses orang terkaya lainnya seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg yang juga hasil dari mahasiswa DO (Drop Out).

kisah inspiratif jan koum

Jan Koum sangat menggemari sekali di bidang programming yang memulai karir di perusahaan besar juga yaitu Yahoo!. Kalau Sobat ingin tau kelengkapan dibalik kisah sukses seorang Jan Koum pendiri whatsapp ini. Silahkan dibaca dengan lengkap cerita dibawah ini.

Kisah Inspiratif Dibalik Jan Koum (Pendiri WhatsApp)

Jan Koum, Pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, dia nekat pindah ke amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream“.

Pada usia 17 tahun, dia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Dia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih – bersih supermarket. “Hidup begitu pahit“, Koum membatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya.

Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian dia memilih Drop Out (DO). Karena lebih suka belajar programming secara autodidak (otodidak).

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, dia berteman akrab dengan Brian Acton.

Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah beranjak popularitasnya saat itu, namun ditolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.

Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga $19 miliar (sekitar Rp. 224 triliun), beberapa hari setelah itu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan.

Dia datang ke tempat dimana dia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Dia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat dia dahulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja dia tidak punya uang.

Pelan – pelan, air matanya meleleh. Dia tidak pernah menyangka perusahaan miliknya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Koum lalu mengenang ibunya yang sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Dia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

Akhir Kata

“Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Sukses”

Melihat jatuh bangun perjuangan Jan Koum. Dari seseorang yang serba kekurangan menjadi serba super berkecukupan. Telah membuktikan bahwa setiap orang memiliki potensi kesuksesan masing – masing.

Tidak peduli siapa pun kamu.
Tidak peduli semiskin apa pun kamu,
Atau walaupun kamu tidak sempat mencicipi bangku kuliah sekalipun… Ingatlah ini;
Kamu Masih Sangat Berpotensi Untuk Sukses!.

Berjuanglah dengan tekad kuat dan,
kemauan keras, tidak mudah menyerah dan terus asah skill-mu tanpa henti dengan semangat yang tinggi. Hanya masalah waktu, karena waktumu untuk bersinar PASTI akan datang.

Bagaimana ?. Luar biasa menyentuh bukan, terkadang sukses itu tidaklah seinstant yang kita kira. Semuanya memerlukan proses jatuh bangun sampai benar benar layak untuk mendapatkan kesuksesan yang kokoh. Ketika sobat banyak mengeluh sekarang, cobalah untuk membaca kisah kisah tokoh publik lainnya. Agar bisa memotivasi kita untuk bisa seperti mereka. Baiklah demikianlah dulu untuk kisah inspiratif jan koum. Semoga menginspirasi dan Sampai jumpa kembali pada kesempatan berikutnya.

Nilai Kualitas Konten